Tiga Akibat Buruk jika Terlalu Suka Menjadi Pusat Perhatian

Tiga Akibat Buruk jika Terlalu Suka Menjadi Pusat Perhatian

Tiga Akibat Buruk jika Terlalu Suka Menjadi Pusat Perhatian

Kamu termasuk tipe pemalu yang gak nyaman menjadi pusat perhatian atau justru sebaliknya nih? Percaya diri banget dan paling gak tahan kalau di cueki orang. Pokoknya, inginnya terus di perhatikan.

Jika seperti yang terakhir, kamu perlu berhati-hati, ya! Kesukaan menjadi pusat perhatian bukan gak ada akibat buruknya, lho. Seperti penjelasan yang di lansir dari dvouval.com, yang telah di rangkum di bawah ini.

1. Berani melakukan apa pun demi mendapatkan perhatian orang lain

Di kutip dari Club388 Indonesia, berani melakukan apa pun artinya bisa saja dengan atau tanpa di sadari, kamu melakukan hal-hal yang kurang baik cuma demi mendapatkan perhatian orang. Tentu saja, citramu di mata orang lain jadi ikut buruk kalau begini.

Apalagi setelah semua cara yang benar terasa gak mempan. Kamu pasti jadi habis kesabaran dan mau melakukan apa saja demi kepuasan sesaat. Nanti menyesal, lho. Citra dirimu yang sudah rusak di mata orang lain belum tentu bisa baik kembali.

2. Stres banget kalau sudah melakukan banyak hal tetap saja di cuekin

Selagi orang lain gak pernah ambil pusing soal ini, buat kamu ini terasa sebagai hidup dan matimu. Kamu bisa merasa gak di anggap, gak berharga, dan sangat buruk. Merasa benci diri sendiri maupun orang-orang.

Karenanya kamu berpikir mereka sangat keterlaluan. Gak bisa melihat begitu banyak hal menarik dalam dirimu. Apalagi kalau mereka malah lebih memperhatikan seseorang yang menurutmu gak ada apa-apanya darimu. Hatimu makin panas!

3. Pasti suka mendominasi percakapan dengan siapa pun

Ada banyak cara untuk berusaha menarik perhatian orang padamu. Salah satu yang bakal gampang terlihat ialah kebiasaanmu mendominasi percakapan dengan siapa pun.

Sukar untukmu bertahan sebagai pendengar saja. Kamu selalu ingin berbicara, di dengarkan orang, dan di anggap paling mengerti topik obrolan.

Kamu juga gak segan menyela ucapan orang lain dan akhirnya banyak membicarakan diri sendiri. Bahkan melebih-lebihkannya biar kamu tampak makin menonjol.