Perbedaan Motor trail dan Motocross, Jangan Sampai Salah Sebut

Perbedaan Motor trail, dan Motocross, Jangan Sampai Salah Sebut

Perbedaan Motor trail dan Motocross

Perbedaan Motor trail dan Motocross – Untuk orang awam pastinya banyak yang tidak bisa membedakan antara Motor Trail dan Motocross.

Karena secara fisik atau bentuk kedua motor tersebut hampir terlihat sama.

Baca juga : Harga Motor Yamaha Xmax Tembus Rp60 Juta, Konsumen Dapatkan Pelayanan Khusus

Meski begitu, perlu diketahui bahwa keduanya merupakan motor yang berbeda menurut fungsi dan kegunaannya.

Yuk, simak bareng perbedaannya Motor Trail dan Motocross.

Motor Trail

Motor Trail merupakan motor allroad atau dual sport.

Karena Motor Trail bisa dipakai di jalan raya dan juga untuk off road.

Kelengakapan motor ini sesuai dengan motor umum yang biasa dipakai orang sehari-hari.

Maka dari itu motor trail sah bila digunakan di jalanan umum.

Biasanya motor ini bisa digunakan untuk turing dan melintasi jalan yang terjal atau hutan.

Motocross

Sebetulnya, Motocross merupakan motor yang diperuntukan untuk sirkuit.

Motor ini di desain untuk balapan dan spesifikasinya lebih tinggi dari Motor Trail.

Motocross tidak memiliki kelengkapan layaknya motor umum yang biasa digunakan di jalan raya.

Seperti tidak dilengkapi spion, lampu depan belakang, lampu sein dan pelat nomor.

“Lalu, di bagian suspensi, kalau motocross itu kan suspensinya didesain untuk lompat dan mendarat keras sekali. Sedangkan untuk off road, perlu suspensi yang rebound-nya cepat. Sebab, trek yang dijumpai kan ada batu hingga jalanan bergelombang,” kata pria yang beberapa kali mewakili Indonesia dalam ajang Asia Cross Country Rally Championship di Thailand.

Karakter mesin, menurut Rudy, juga jauh berbeda. Di olahraga enduro, karakter mesinnya lebih mengandalkan tenaga torsi bawah. Selain itu, rasio gir juga pastinya berbeda. “Jadi, perbedaan utamanya ada di roda belakang, suspensi, dan karakter mesinnya,” ujar Rudy. Wisnu Guntoro Adi, pemain enduro, menambahkan, suspensi untuk enduro karakternya lebih lentur. Selain itu, diatur tidak terlalu tinggi, dengan tujuan kaki bisa lebih menapak. “Dari segi mesin, harus yang tahan untuk permainan panjang. Sebab, enduro itu durasinya bisa berjam-jam,” ujar pria yang akrab disapa Gareng tersebut.

Gimana Sob, cukup jelas kan?

Sumber : gridoto.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *