Pentingnya Peran dari O2 Sensor di Mesin Motor Injeksi

Pentingnya Peran dari O2 Sensor di Mesin Motor Injeksi

O2 Sensor di Mesin Motor Injeksi

Peran dari O2 Sensor di Mesin Motor Injeksi – Untuk motor yang sudah pakai sistem pengabutan injeksi pasti dibekali banyak sensor, salah satunya adalah O2 Sensor. Apa sih gunanya? Dan Fungsinya apakah penting?

O2 sensor merupakan salah satu sensor pendeteksi gas buang di saluran exhaust atau knalpot pada motor injeksi.

Baca juga : Komponen Motor Matic yang Paling Sering Bermasalah

Sensor ini berfungsi mengatur pasokan bahan bakar agar sesuai dengan kebutuhan di ruang pembakaran.

Teknologi ini juga membuat motor menjadi ramah lingkungan karena pasokan bahan bakar dapat menekan emisi gas buang.

Cara kerjanya, O2 sensor akan membandingkan jumlah O2 (oksigen) sisa pembakaran dengan O2 dari udara luar.

Hasil perbandingan ini yang nantinya diubah menjadi arus listrik untuk kemudian memberi sinyal ke ECU (Electronic Control Unit).

Sinyal yang didapat akan membuat ECU menentukan takaran bahan bakar ideal yang disemprotkan ke ruang pembakaran berdasarkan deteksi gas buang.

Peran O2 Sensor

Dengan sensor O2 ini, maka konsumsi bahan bakar menjadi lebih irit dan juga ramah lingkungan.
“O2 sensor ini berfungsi mendeteksi sisa O2 pembakaran dan O2 dari udara luar. Sensor ini kemudian akan mengirimkan sinyal untuk menentukan takaran bahan bakar ideal di ruang pembakaran”, kata Cahyadi, Service Advisor Yamaha Amie Jaya Motor, Sukmajaya Depok kepada GridOto.com beberapa waktu lalu.

Oh iya, adanya O2 sensor inilah yang menentukan sistem injeksi disebut open loop atau close loop.

Kuncinya ada pada O2 sensor. ECU pada injeksi close loop menerima input dari sensor tersebut. Sedangkan open loop tidak.

Simpelnya, kalau motor kalian memiliki O2 sensor berarti masuk kategori close loop.

Jika tidak memiliki O2 sensor berarti masuk dalam kategori open loop.

Sistem open loop umumnya ditemui pada era awal motor injeksi di Indonesia, contohnya di Yamaha Vixion dan Honda CB150R generasi pertama.

Karena tuntutan standar emisi agar lebih ramah lingkungan, motor injeksi saat ini biasanya sudah menganut close loop.

Kelebihannya, sistem close loop bisa mengatur secara otomatis rasio udara-bbm sesuai dengan angka yang diset pabrikan.

Sebab, 02 sensor akan memberikan input langsung ke ECU tentang hasil pembakaran.

Jika terdeteksi terlalu banyak udara, maka ECU akan memerintahkan injektor menyemprot bensin lebih banyak, begitupun sebaliknya.

Ini yang membuat hasil pembakaran sistem injeksi model close loop bisa lebih sempurna dan ramah lingkungan.

Perbedaan Mesin Injeksi

Berbeda dari sistem close loop, sistem injeksi open loop tidak mendapatkan input pembakaran langsung dari O2 sensor.

Alasannya jelas, karena tidak ada modul O2 sensor di sistem injeksi open loop.

Lalu, apakah O2 sensor ini perlu perawatan khusus?

“Perawatannya sudah masuk di servis ringan. Nanti dicek sistem injeksinya apakah bahan bakar yang dikeluarkan berlebih atau tidak. Kemudian dibersihkan agar arus listrik yang menjadi sinyal ke ECU tetap baik,” tambah Cahyadi.

Adapun masa pakai O2 sensor ini juga cukup lama, jadi tidak perlu khawatir untuk daya tahannya.

“Kalau untuk perawatan khusus, tidak ada. Biasanya O2 sensor ini tergolong part awet. Sejauh ini jarang ditemui masalah terhadap O2 sensor,” pungkasnya.

Sumber : today.line.me

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *