Mobil Penumpang Wajib Alat Pemadam

Mobil Penumpang Wajib Alat Pemadam

Mobil Penumpang Wajib Alat Pemadam Api Ditunda Hingga 2021

Mobil Penumpang Wajib Alat Pemadam Api Ditunda Hingga 2021 – Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menunda penerapan kewajiban mobil penumpang memiliki Alat Pemadam Api Ringan (APAR) menjadi pada 2021. Budi menjelaskan asal mula pembuatan aturan ini salah satunya dilandasi insiden kebakaran mobil yang terjadi di Indonesia.

“Ya sudah banyak negara memberlakukan untuk tanggap darurat misalnya ada pemukul kaca dan lainnya. Kemudian banyak kasus kebakaran mobil di mana-mana, tapi penanganan terlambat,” kata Budi.

“Ya karena kondisi gini (pandemi) ya penjualan kendaraan aja turun begini, ya mungkin tahun depan. Ini lewat peraturan dirjen,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub bernama Daftar Poker Pulsa melalui sambungan telepon, Jumat.

Sesuai namanya, tugas utama pemadam kebakaran adalah memadamkan api. Namun seiring perkembangan, tugas pemadam kebakaran makin meluas, yakni penyelamatan dan penanggulangan bencana.

Karena cakupan penyelamatan cukup luas, yang diselamatkan oleh petugas pemadam kebakaran sangat beragam. Yang paling umum adalah hewan liar seperti ular dari berbagai ukuran, hingga mengambil drone atau bola voli yang tersangkut di atap rumah atau gedung.

Kepala Seksi Operasi Penyelamatan Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Pusat Syafrudin mengatakan, saat ini apapun masalahnya yang terkait dengan penyelamatan, warga pasti akan menelepon pemadam kebakaran.

Penyelamatan Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta

Peraturan Dirjen Perhubungan Darat Nomor KP.972/AJ.502/DRJD/2020 tentang Fasilitas Tanggap Darurat Kendaraan bermotor membahas mengenai kewajiban mobil penumpang memiliki fasilitas tanggap darurat berupa APAR.

Sarang tawon yang dilaporkan warga biasanya sudah berukuran besar hingga berukuran helm. Bukan tawon yang ada madunya, namun tawon ganas yang siap menyengat siapapun yang mengganggu.

Untuk menyiasatinya, saat memindahkan sarang tawon, petugas menurut Syafrudin harus mengenakan pakaian khusus yang menutup seluruh tubuh.

Pada Pasal 2 ayat 2 mengatur mobil penumpang kategori M1, N1, N2, N3, O1, O2, O3, dan O4 wajib dilengkapi APAR. Kemudian pada ayat 3 menentukan APAR itu disediakan pengimpor, pembuat, dan atau perakit kendaraan bermotor.

Sementara pada ayat 4 mengenai pengimpor, pembuat, dan atau perakit kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud pada ayat 3 akan melakukan rekayasa dan rancang bangun terhadap alat pemadam api ringan wajib mengacu pada rancang bangun yang disahkan dirjen.

Bukan hanya mobil penumpang, aturan ini juga menetapkan mobil bus kategori M2 dan M3 wajib dilengkapi fasilitas tanggap darurat lebih banyak, yakni APAR, alat pemecah kaca berupa martil, alat kendali darurat pembuka pintu utama, serta akses keluar darurat berupa jendela dan atau pintu.

Sebelumnya Kemenhub menetapkan aturan baru itu diterapkan pada 18 Januari 2020 sesuai Peraturan Direktur Jendral Perhubungan Darat Nomor: KP.972/AJ.502/DRJD/2020.

Kemenhub menyatakan implementasi aturan tersebut terpaksa ditunda hingga lantaran mempertimbangkan kondisi industri otomotif saat ini yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *