Masyarakat Korea Selatan pada Ayam Goreng

Masyarakat Korea Selatan pada Ayam Goreng

Fakta Menarik Obsesi Masyarakat Korea Selatan pada Ayam Goreng

Masyarakat Korea Selatan pada Ayam Goreng – Begitu banyak budaya yang diperkenalkan negeri gingseng Korea Selatan. Tak hanya sukses membuat deretan pecinta drama larut akan cerita yang bikin gemes, Korea Selatan juga dikenal memiliki sajian makanan yang menggugah selera. Menu ayam goreng menjadi makanan yang tersedia di seluruh penjuru Korea Selatan. Lalu apa sih yang bikin orang Korea suka banget makan ayam goreng?

Ayam goreng Korea Selatan menjadi makanan yang paling terkenal di berbagai kalangan. Kerap disantap dengan beer, atau yang dikenal sebagai paket Chimaek (chicken maekju).

Namun ayam goreng Korea Selatan ini memiliki cerita yang cukup menarik. Mari simak poin-poin berikut!

  • Mulai booming pada tahun 1980an

Ayam goreng Korea Selatan mulai dikenal oleh warga pada tahun 1980an. Ayam goreng Korea Selatan pada tahun 1980an memiliki ras yang berbeda, cukup berbumbu gochujang (bumbu fermentasi cabai), ayam goreng siap diantar ke daerah perumahan modern kala itu.

  • Terdapat lebih dari 100 cabang

Dikutip dari VICE bahwa restoran ayam goreng di Korea Selatan mencapai 280 cabang. Diperkirakan bahwa Korea Selatan mengkonsumsi 600 juta burung di Korea Selatan. Bisnis ayam goreng ini mencapai angka $4.4 juta dollar per tahunnya.

Perpaduan budaya Amerika Serikat, dan Korea Selatan

Dikutip dari Smithsonian bahwa ayam goreng Korea Selatan ini merupakan adaptasi dari ayam goreng Amerika Serikat yang terkenal garing dan gurih!

Pasalnya ketika perang Korea terjadi banyak tentara Amerika Serikat yang datang. Sehingga banyak restoran ayam goreng Amerika Serikat terdiri di berbagai daerah kota pada tahun 1960an dan 1970an.

  • Krisis keuangan Asia

Dikutip dari USA Today, bahwa bisnis ayam goreng ini terjadi ketika krisis keuangan Asia menghantam Korea Selatan pada tahun 1990an. Banyak pekerja yang kehilangan pekerjaan sehingga salah satu cara untuk bertahan hidup adalah membuka tempat makan.

Sehingga para kepala keluarga tetap mendapatkan penghasilan melalui penjualan ayam goreng. Selain itu pada krisis keuangan Asia inilah banyak rasa ayam goreng Korea Selatan menjadi beragam. Penggunaan tepung jagung agar ayam terasa gurih, dan garing pun digunakan selama krisis keuangan ini.

  • Sebagai rasa kebersamaan

Dikutip dari VICE bahwa makanan ayam goreng ini menjadi favorit dari semua kalangan. Hasilnya makanan ini menjadi salah satu cara menunjukkan rasa kebersamaan keluarga.

Memesan ayam goreng di Korea Selatan sendiri cukup cepat, dan layanan pesan antar dengan waktu 15 menit. Cukup cepat untuk membuat banyak keluarga tak harus lagi repot pergi.

Dan itulah poin yang harus kamu ketahui tentang sejarah ayam goreng Korea Selatan!