Marc Marquez Nekat Membalap dengan Teknik Menyiku

Marc Marquez Nekat Membalap dengan Teknik

Marc Marquez Nekat Membalap dengan Teknik Menyiku

Marc Marquez Nekat Membalap dengan Teknik Menyiku – Gaya balap Marc Marquez yang terkenal agresif dan sering memakai teknik siku punya alasan yang mengenai dengan mesin motor Repsol Honda.

Salah satu ciri khas Marc Marquez ketika sudah berada di lintasan sirkuit MotoGP ialah gaya balapnya yang sangat agresif.

Marc Marquez dikenal sebagai pembalap yang berani mengambil risiko tinggi.

Termasuk dari cara-cara atau gaya balap tak biasa yang membuatnya tampil beda dengan pembalap lain.

Salah satu ciri dari balap Marc Marquez ialah teknik siku yang sering diperlihatkannya saat mengaspal di ajang MotoGP.

Ketika melewati sebuah tikungan, pembalap beralias The Baby Allien itu tidak segan menurunkan sikunya hungga menyentuh aspal.

Teknik siku yang diperlihatkan Marc Marquez itu sebenarnya tak dilakukan sembarangan.

Dilansir SportFEAT.com dari Motosan Spanyol, Marquez memakai teknik itu untuk menutupi kekurangan mesin motor Repsol Honda.

Marc Marquez melakukan teknik siku lantaran RC213V punya Honda cukup rapuh di bagian roda depan saat melewati tikungan.

Sementara itu, teknik siku yang dipakai Marquez banyak diterka penggemar sebagai trademark punya rider asal Spanyol itu.

Teknik Siku Diciptakan Jean Philippe Ruggia

Tetapi demikian, buktinya teknik siku dalam membalap itu bukan diciptakan Marquez sendiri.

Sebelumnya, ada pembalap lain yaitu Jean Philippe Ruggia yang juga pernah memakai teknik yang sama.

Jean Philippe Ruggia adalah pembalap asal Prancis yang pernah memperkuat tim Yamaha pada era 80-an.

Ruggia pertama kali debut pada 1987 di kelas 250 cc, setahun lalu ia berhasil mencuri perhatian dunia sebab gaya khasnya dalam membalap dengan teknik siku yang menempel di aspal.

Dan berikut adalah pemegang gelar juara dunia MotoGP terbanyak saat ini.

pengoleksi gelar juara dunia terbanyak ialah

  • Giacomo Agostini (15). Menyusul kemudian
  • Angel Nieto (13),
  • Carlo Ubbiali (9 kali),
  • Mike Hailwood (9), dan
  • Valentino Rossi (9).

Marquez masih tertinggal cukup jauh di belakang Agostini.

Tetapi, jika bebas dari cedera dan tetap kompetitif seiring bertambahnya usia, kesempatannya menyalip masih terbuka.

Pasalnya, dia menjadi juara untuk kali kedelapan lebih cepat ketimbang pendahulu.

Sebagai perbandingan, Hailwood berumur 27 tahun ketika mencapai angka tersebut.

Agostini melakukannya di usia 28, Rossi 29, dan Ubbiali 31.