Lima Kapten Kapal Iran Disanksi AS

Lima Kapten Kapal Iran Disanksi AS

Lima Kapten Kapal Iran Disanksi AS

Lima Kapten Kapal Iran Disanksi AS – Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap lima kapten kapal Iran karena mengirim minyak ke Venezuela. Sanksi itu dijatuhkan ketika AS meningkatkan tekanan terhadap Presiden Nicolas Maduro.

Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengatakan kapal tanker berbendera Iran tersebut telah dimasukkan dalam daftar hitam. Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC) Departemen Keuangan AS.

“Pelaut yang bekerjasama dengan Iran dan Venezuela akan menghadapi konsekuensi dari Amerika Serikat,” kata Pompeo, Rabu.

Kapal tanker Iran mengirimkan sekitar 1,5 juta barel bensin dan turunan minyak lainnya ke Venezuela dalam beberapa pekan terakhir. Tanker-tanker tersebut berhasil melewati kapal perang AS yang berusaha menghalau di lepas pantai Venezuela.

AS khawatir Iran dan Venezuela di mana keduanya disanksi AS akan kembali meningkatkan kerja sama.

Berusaha Untuk Menggulingkan

Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengatakan dalam konferensi pers pada Rabu. Kapal-kapal tanker tersebut mengirim sekitar 1,5 juta barel bensin dari Iran dan komponen terkait lainnya. Melansir Reuters, mereka dikenakan sanksi karena melakukan bisnis dengan Presiden Nicolas Maduro. Di mana AS selama ini berusaha untuk menggulingkannya dan mendukung oposisi, Juan Guaido.

“Konsekuensi dari sanksi ini, aset kapten akan diblokir. Karier dan prospek mereka dipastikan akan suram akibat kejadian ini,” kata Pompeo.

Menteri Luar Negeri Venezuela Jorge Arreaza menyebut langkah AS itu sebagai bukti kebencian Presiden AS Donald Trump terhadap Venezuela.

Iran sendiri menyebut sanksi itu menunjukkan bahwa kampanye tekanan maksimum AS terhadap Teheran telah gagal.

Selama ini, pemerintahan Trump berusaha untuk menggulingkan Maduro dan rezim Iran dengan memblokir perdagangan energi mereka. Sebagai negara penghasil minyak, ekspor Venezuela anjlok akibat sanksi tersebut. Namun Maduro masih bertahan dengan berbagai dukungan, terutama dari Rusia, Kuba, China, dan Iran.

“Langkah AS terhadap individu-individu Iran hanya menandakan kegagalan dari apa yang disebut tekanan maksimum,” kata Iran Abbas Mousavi Juru Bicara Kementerian Luar Negeri.

“Meskipun ada tekanan, #Iran & #Venezuela tidak akan gentar dalam melawan sanksi Amerika yang melanggar hukum,” ujarnya.

AS memutus hubungan diplomatik dengan Venezuela pada 2019. Kala itu, Presiden Trump dan Maduro saling kecam soal situasi krisis politik dan ekonomi di negara tersebut.

Trump juga mengakui tokoh oposisi Venezuela, Juan Guaido, sebagai presiden interim. Dengan kata lain, dia tidak menganggap Maduro sebagai pemimpin Venezuela.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *