Konvoi Motor Sport Disetop Polisi

Konvoi Motor Sport Disetop Polisi

Konvoi Motor Sport Disetop Polisi Mayoritas Pengendara Kabur

Konvoi Motor Sport Disetop Polisi Mayoritas Pengendara Kabur – Polisi menghentikan aksi kebut-kebutan sejumlah pengendara motor sport di Jalan Pattimura, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Kepala Satuan Pengamanan dan Pengawalan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kompol Argo Wiyono mengatakan kejadian itu terjadi pada Minggu.

Namun, tak semua pengendara motor mengikuti imbauan polisi untuk berhenti. Sebagian besar justru langsung melarikan diri. Argo Download APK IDNPlay menyebut pihaknya juga tidak melakukan tindakan tilang, melainkan hanya memberikan teguran saja. Selain itu, lanjutnya, juga diberikan imbauan kepada pemotor, salah satunya untuk mengganti knalpot motor sesuai standar.

“Iya diberikan imbauan, diberikan teguran,” ucap Argo. Aksi kebut-kebutan para pengendara motor sport itu sebelumnya beredar di media sosial, salah satunya diunggah akun Instagram @rahf.mv.

Bagi pemilik sepeda motor berjenis sport, selain melakukan perawatan berkala satu bulan sekali, menyervis tangki bahan bakar pun wajib dilakukan. Cara paling tepat ialah dengan mengurasnya.

Sebab, hal itu sendiri lantaran posisi tangki motor sport yang berada di luar. Berbeda daripada motor underbone atau bebek dan skuter matik yang posisi tangkinya ada di bawah jok.

Selain berada di bawah jok, menurut Senior Mekanik Honda Motor Care Ahmad Fauzi, plat atau bahan tangki yang digunakan motor bebek dan skutik biasanya lebih tebal.

Bagi pemilik sepeda motor berjenis sport

Unggahan itu memperlihatkan iring-iringan motor sport berkecepatan tinggi yang kemudian melambat begitu ada operasi polisi. Sebagian besar tampak seperti motor Kawasaki Ninja RR dan Honda CBR.

Perekam video yang diduga salah satu anggota konvoi menyetop kendaraannya sesuai arahan petugas. Namun, sebagian besar menghindari petugas dengan tetap mengebut di sela-sela antara trotoar dan polisi. Alih-alih menyetop, petugas memilih menghindari tabrakan.

“Selama jam 7 sampai jam 9 pagi itu kurang lebih ada 20 motor yang diberhentikan, tapi selektif, tidak semua motor diberhentikan, dia ngebut iring-iringan baru kita berhentikan,” tutur Argo.

Dalam video yang beredar, diketahui hanya dua pemotor saja yang berhenti. Sedangkan sisanya, menurut Argo, tidak kembali meski kepolisian telah meminta yang bersangkutan untuk memanggil rekan-rekannya yang lain.

Disampaikan Argo, lokasi tersebut merupakan salah satu pos penjagaan anggota Patwal. Sebab, di lokasi itu kerap dijadikan sebagai lokasi kebut-kebutan para pengendara sepeda motor.

Argo mengungkapkan saat kejadian pada Minggu kemarin, setidaknya ada sekitar 20 kendaraan motor sport yang melakukan aksi kebut-kebutan.

“Jadi kejadiannya hari Minggu kemaren, pagi-pagi, jadi Minggu pagi selalu ada kerawanan motor yang ngebut sepanjang Jalan Pattimura itu,” kata dia, saat dihubungi, Senin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *