Kampung Ikan, Wisata Unik dan Murah di Magelang

Kampung Ikan, Wisata Unik dan Murah di Magelang

Kampung Ikan, Wisata Unik dan Murah di Magelang

Kampung Ikan, Wisata Unik dan Murah di Magelang – Sebuah kampung di Magelang, Jawa Tengah mengusung konsep wisata keluarga yang unik dengan biaya terjangkau.

Wisata ini menyuguhkan aneka jenis ikan tawar dengan pemandangan hamparan sawah nan hijau lengkap dengan mural yang mempercantik area di sekitarnya.

Wisata ini bernama Kampung Ikan yang terletak di Dusun Ngrajek 1, Ngrajek 2, dan Ngrajek 3, Kecamatan Mungkid, Magelang. Destinasi ini sengaja dibuat IDNPlay Deposit Pulsa 10000 untuk menghidupkan kembali potensi desa yang dulu dikenal sebagai sentra perikanan air tawar.

“Melalui pariwisata ini kami ingin mengangkat kembali Desa Ngrajek tentang ikan, karena memang di sini sumber dari segala jenis ikan air tawar ada,” ujar pengelola wisata Kampung Ikan, Yusuf, melansir dari channel YouTube Official iNews SMG, Minggu (8/11/2020).

Wisata Kampung Ikan ini tak pernah sepi dari pengunjung. Mulai anak-anak, remaja, hingga orang dewasa kerap menyambanginya.

Tetap Jaga Kebersihan dan Lingkungan

Pengunjung juga dapat memberi makan langsung berbagai jenis ikan air tawar, berswafoto dengan latar belakang tembok warna-warni yang penuh dengan mural karya para seniman, atau sekadar menikmati suasana hamparan sawah nan hijau.

Wisata ini sangat cocok dikunjungi bersama keluarga terlebih dengan anak-anak, karena sekaligus dapat menambah pengetahuan khususnya mengenai ikan air tawar serta pembuatan pakan bagi ikan-ikan tersebut.

“Tempat ini tuh bagus, selain murah juga punya edukasi untuk anak-anak juga. Terus tempatnya adem, bisa selfie-selfie di sini tempatnya bagus-bagus, lukisannya juga lukisan mural-mural ikan dan lain sebagainya. Terus kita juga bisa belajar cara membuat makanan untuk ikan, jadinya tuh bagus untuk pengetahuan untuk anak-anak,” ungkap seorang pengunjung.

Pengunjung diimbau agar sadar lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, karena pada awalnya saluran irigasi tersebut sangat kotor dan kumuh.

“Harapannya ke depan kami akan memberi edukasi ke warga untuk tidak buang sampah sembarangan, bahwasanya tempat-tempat yang saat ini sudah kami benahi semula banyak sekali sampah yang menumpuk di situ karena kurangnya edukasi tentang lingkungan yang bersih. Jadi, selama ini banyak warga masyarakat menggunakan saluran air untuk buang sampah,” paparnya.

Pengunjung yang datang hanya dikenakan tarif Rp2.000 untuk parkir. Pengunjung tak perlu khawatir karena pengelola juga menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah selama masa pandemi Covid-19.