Jenis Sistem Pendingin Sepeda Motor

Jenis Pendingin Sepeda Motor

Sistem Pendingin

Jenis – Untuk mengatasi terjadinya pemanasan pada silinder, piston, dan katup. Atau pada perubahan bentuk pembakaran bahan bakar yang abnormal, bagian mesin yang langsung berhububngan dengan temperatur tinggi karena pembakaran gas, harus didingin kan untuk menahan temperaturnya. Ada beberapa cara atau sistem pendinginan untuk melepas panas, antara lain sistem pendingin udara (air cooling), sistem pendingin udara bertekanan (forced air cooling), sistem pendingin air (water cooling), Sistem pendingin oli (oil cooling sistem). Lebih jelasnya seperti dibawah.

Baca juga : Motor Baru Saat Ganti Oli Banyak Serbuk Besi, Ini Sebabnya

Sistem Pendingin Udara (Air Cooling System)

Sistem pendingin ini mengarahkan aliran udara dingin ke sirip pendingin yang ada pada mesin saat kendaraan berjalan. Panas pada silinder mengalir dari dinding silinder sebelah dalam ke dinding luar kemudian keluar ke udara luar, penghantaran panas dari dalam ke luar tergantung juga dari jenis logam/material yang digunakan. Itulah sebabnya alumunium dengan daya hantar panas yang baik digunakan pada silinder atau kepala silinder.
Pendinginan pada dinding tergantung pada temperature udara yang melewai sirip sirip pendingin, luas penampang sirip pendingin dan kecepatan aliran udara tersebut. Sirip-sirip pendingin yang terbuat dari alumunium ditempatkan berjarak 8-15mm dengan panjang sekitar 50-80mm tergantung ukuran mesinnya. Untuk menghindari bunyi karena getaran. Sirip sirip dihubungkan dengan rusuk atau diganjal karet, atau langsung berbentuk sirip menjadi satu kesatuan dari silinder dan kepala silinder.

Sistem Pendingin Udara Bertekanan (Forced Air Cooling System)

Sistem pendingin ini menggunakan Forced Air (udara bertekanan) yang berasal dari kipas yang terpasang pada mesin yang dihubungkan langsung dengan poros engkol sedemikian rupa agar berputar ketika mesin bekerja. Udara bertekanan yang dihasilkan oleh kipas dialirkan ke silinder dan kepala silinder. Agar pendinginan lebih efektif digunakan saluran udara dan sirip-sirip.

Sistem pendingin Air (Water Cooling System)

Pada sistem pendingin ini, air digunakan sebagai cairan pendingin, seluruh/sebagian silinder dan kepala silinder dialiri air. Ketika temperature air naik maka air dalirkan ke radiator untuk didiingankan dibantu dengan tekanan udara dari kipas angin elektrik yang terpasang pada radiator. Seperti pada gambar diatas. Sistem pendingin air terdiri dari sebuah pompa air, thermostat, radiator, selang dan perlengkapan lain untuk pendinginan yang lebih efektif.

Sistem Pendingin Oli (Oil Cooling System)

Jenis sistem pendingin oli ini memilik 2 fungsi sekaligus yakni selain mendinginkan mesin menggunakan media oli mesin sebagai pendingin juga mengalirkan oli mesin ke bagian-bagian mesin sebagai pelumas. Kerja dari Sistem ini menggunakan kerja dari sistem pelumasan. Hanya saja aliran oli dialirkan melewati oil cooler yang memiliki sirip sirip untuk mendinginkan oli karena terpaan udara dari depan.

Itu saja penjelasan mengenai 4 Macam Sistem Pendingin Mesin Sepeda Motor. Semoga bermanfaat!

Sumber : automotive.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *