Antik dan Langka, Motor Harley-Davidson Board Tracker 1927 Tampil Menawan Cocok Jadi Pajangan

Antik dan Langka, Motor Harley-Davidson Board Tracker 1927 Tampil Menawan Cocok Jadi Pajangan

Antik dan Langka, Motor Harley-Davidson Board Tracker 1927 Tampil Menawan Cocok Jadi Pajangan

Antik dan Langka, Motor Harley-Davidson Board Tracker 1927 Tampil Menawan Cocok Jadi Pajangan,- Motor Harley-Davidson Board Tracker lansiran tahun 1927 tampil menawan. Saat mendengar nama Harley-Davidson, pasti terbayang motor gede dengan mesin V-Twin dan suara yang khas.

Namun hal tersebut berbeda dengan motor Harley-Davidson milik Yoga Swara. Motor dengan tampilan board track ini sangat menawan dan cocok untuk koleksi, atau sekadar hanya pajangan.

Buat yang belum tahu board tracker racing, balapan yang berlangsung di atas sirkuit yang terbuat dari papan kayu. Kayu-kayu tersebut disusun sedemikian rupa hingga membentuk lintasan oval yang kemudian disebut motordromes. Meski aslinya dipakai balap, motor milik Yoga ini sangat mulus dan terawat.

Baca Juga: Motor Kecil Harley-Davidson di Rilis Juni 

Harley-Davidson Board Track lansiran 1927 yang biasanya sangar, Yoga buat lebih menawan. Tapi kok mesin V-Twin khas Harley enggak ada ya?

529ba263b02de5edf3afb2d4467a52d4 - Antik dan Langka, Motor Harley-Davidson Board Tracker 1927 Tampil Menawan Cocok Jadi Pajangan

Bukan karena Yoga ganti, tapi memang mesin yang dipakai motor ini adalah mesin Harley-Davidson 125 cc. “Kapasitas mesin 125 cc, Kebanyakan motor ini di Eropa Timur,” ungkap Yoga.

Motor ini terlihat lebih mirip dengan sepeda karena memang lahir pada era awal motor meluncur. Pemakaian ban putih yang berbeda dengan warna rangka dan tangki membuat kesan klasik semakin kental. Setang board tracker yang menunduk ke bawah dibalik posisinya sehingga lebih nyaman saat dibawa jalan. “Setang asli, jadi kalau buat balap di balik ke bawah pasangnya,” jelas Yoga.

Baca Juga; Panduan Memilih Harley Davidson

Ditambah sepatbor dan fork dicat krom, serta pemakaian tas disamping sepatbor belakang menambah kesan klasik. Karena masih memakai pedal, cara menghidupkannya dengan menggenjot sambil menahan kopling. “Sambil pelan-pelan dilepas koplingnya, jadi mesin langsung hidup,” kata Yoga.

Motor ini ia jual dan diposting di grup Facebook Pasar Motor Tua Segala Merek (Hoda,Yamaha, Suzuki, & motor dibawah th 1980). Namun, saat asyik ngobrol, Yoga mengaku kalau motor ini sudah ada yang mau beli. Ia mengaku menjual motor ini di harga Rp 50 juta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *